Jumat, 06 Oktober 2017

Kapasitas Kabel Nyy



Sebelum mengetahui kapasitas kabel NYY. Anda harus mengetahui bahwa pada sistem instalasi listrik di rumah, kabel listrik adalah salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sumber listrik ke peralatan listrik dirumah. Salah satu jenis kabel yang biasa digunakan adalah jenis kabel NYY. Secara fisik kabel NYY biasanya berwarna hitam, dan memiliki isolasi PVC ganda yang memiliki daya tahan yang kuat. Karena lebih kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya kabel ini biasanya diperuntukan pada daerah outdoor, termasuk untuk lampu taman di luar rumah, sering juga ditanam dalam tanah secara langsung. Dari segi harga, kabel jenis ini lebih mahal dibanding jenis kabel NYA ataupun NYM. Setiap kabel listrik pasti mempunyai ukuran luas penampang inti kabel yang berhubungan dengan kapasitas penghantaran arus listriknya, besarnya kapasitas hantaran kabel dinamakan dengan Kuat Hantar Arus (KHA).


Berikut ini adalah gambar kabel NYY


Ukuran kabel dan KHA-nya perlu kita pahami dengan baik, guna menentukan pemilihan kabel yang sesuai dengan kapasitas instalasi listrik rumah kita. Penting untuk diketahui bahwa arus listrik yang melebihi KHA pada suatu kabel akan menyebabkan kabel tersebut menjadi panas dan bila melebihi daya tahan isolasinya, maka dapat menyebabkan rusaknya isolasi. Bila isolasi kabel listrik telah rusak, maka bisa menyebabkan kebocoran arus listrik yang dapat membahayakan keluarga kita dirumah, ataupun mengakibatkan terjadinya kebakaran. PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar kabel dan maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA, NYM dan NYY. 

PUIL adalah peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian AVE N ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1964, yang merupakan penerbitan pertama. PUIL 1977 dan PUIL 1987 adalah penerbitan PUIL yang kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari PUIL sebelumnya, dan PUIL 2000 ini merupakan terbitan ke 4.

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY



Dari tabel diatas, hal yang perlu diperhatikan adalah faktor temperatur lingkungan di luar kabel. KHA yang dinyatakan dalam tabel tersebut berlaku untuk maksimum temperatur di sekitar kabel sampai 30 Cdeg. Lebih dari itu akan menyebabkan turunnya nilai KHA kabel. Ada faktor koreksi yang harus diperhitungkan sesuai dengan besarnya lingkungan. PUIL 2000 juga memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar kabel dan maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA, NYM dan NYY.



Besar kabel di atas dalam ukuran mm2, jadi itu adalah luas penampang, bukan diameter. Untuk mencari diameter kabel, Anda harus menggunakan rumus matematika. Misalnya untuk luas penampang 4 mm2, maka diameternya sebesar 2,25mm. Sedang untuk luas penampang 10 mm, maka diameternya sekitar 3,5 mm. untuk lebih aman disarankan pemakaian conduit atau pipa paralon (PVC) untuk melapisi kabel, agar lebih aman dan menghindari gigitan tikus. Jangan lupa juga untuk memilih kabel dengan merk yang sudah terpercaya dan teruji kualitasnya untuk instalasi di dalam rumah anda. Karena kenyamanan dan keamanan di dalam rumah, adalah prioritas utama. Itulah artikel saya yang berjudul kapasitas kabel NYY. Semoga bermanfaat bagi anda.

Kamis, 05 Oktober 2017

Alat Penarik Kabel Listrik



             Alat penarik kabel listrik adalah merupakan alat yang digunakan untuk menarik kabel listrik, atau mengatur kabel listrik yang ditanam jauh ke dalam tanah, atau ditanam dalam dinding bangunan, alat penarik kabel listrik ini juga biasa disebut Pancingan kabel, yang juga dikenal dengan nama wire guider. Alat ini juga adalah salah satu komponen pada manajemen kabel yang dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan di lapangan khususnya untuk menarik kabel melalui pipa, atau jalur kabel yang panjang. Dan biasanya pada alat ini ujungnya dilengkapi dengan kepala dari metal untuk mengaitkan kabel. ada juga alat bernama Trekper yaitu alat untuk menarik kabel listrik di dalam pipa listrik sehingga memudahkan pemasangan setiap kabel listrik yang didalam pipa listrik. Pada intinya banyak alat penarik kabel listrik, tinggal disesuaikan dengan jenis kabel dan aplikasinya. Penarikan kabel berfungsi untuk mengurangi ketegangan perangkat traksi di kabel.

                   
              Ambil contoh aplikasi alat penarik kabel pada kabel tanah, kabel tanah tanam langsung adalah semua jenis kabel yang konstruksinya dirancang khusus untuk dipasang dibawah permukaan tanah dan dalam pemasangannya ditanam secara langsung dibawah permukaan tanah sesuai dengan STEL-K-007, atau standar yang telah ditetapkan pada kabel tanah. Kedalaman galian alur kabel yang akan dilewati kabel primer juga ditentukan sesuai peraturan PEMDA. Dalam penanaman kabel tanah, kabel biasanya dimasukkan dalam pipa PVC atau pralon dengan diameter 10 cm,  tebal 5,5 mm, sesuai dengan kedalaman galian, isi pipa dalam satu pipa biasanya  untuk kabel primer, dalam 1 pipa hanya diisi 1 buah kabel, untuk kabel sekunder dalam 1 pipa maks. diisi 3 buah kabel. Kabel primer dan kabel sekunder tidak boleh dimasukkan ke dalam satu pipa. Pada waktu pemasangan, atau penanaman kabel haus dibuat berkelok-kelok yang bertujuan apabila terjadi gangguan dan akan disambungkan tidak perlu menyambung, atau  menambah kabel baru yang lain, disini lah alat penarik kabel sangat diperlukan. Proses penanaman kabel secara umum adalah pertama -tama dibuat galian alur kabel yang telah direncanakan. Apabila alur kabel tersebut telah selesai barulah penarikan kabel dapat  dimulai. Penarikan kabel dapat dilaksanakan, menurut situasi tempat, atau pekerjaan. Contohnya situasi dimana alur, atau jalannya kabel tidak terdapat hambatan- hambatan seperti menyebrang jalan, rel kereta api, parit, atau sungai, dan berada di tepi jalan. Dalam situasi ini penarikan kabel dapat dimulai dari ujung alur kabel yang mendekati kantor (MDF = untuk kabel primer, RK = untuk kabel sekunder), kabel dengan haspelnya harus ditaruh di atas dongkrak kabel, kemudian dinaikkan di atas kendaraan yang digunakan untuk menarik mobil, atau gerobak. Ujung kepala kabel, atau ujung kabel yang berada di luar, kita tarik  melalui  bagian    bawah  haspel, kemudian kita tambatkan pada tempat di mana ujung kabel tersebut nantinya akan ditambatkan.

Kabel ditarik dengan alat penarik kabel, dengan arah maju menuju ujung jauh dari alur kabel secara pelan-pelan, setelah pada ujung jauh, maka kabel yang sudah tergelar sepanjang alur galian, kemudian dimasukkan ke dalam galian, di mana sebelumnya galian tersebut telah diisi pasir setengah dari tebalnya. Pada saat kabel telah masuk dalam galian maka kabel dapat dipotong secukupnya. Perlu diperhatikan bahwa setelah dipotong, maka ujung kabel harus ditutup, atau didop, terutama sekali untuk kabel isolasi kertas, baik ujung kabel yang ditanam maupun ujung kabel yang berada dalam haspel. Sebenarnya penarik kabel pada penanaman kabel hanya contoh dari kegunaan alat penarik kabel listrik. sebenarnya alat penarik kabel masih mempunyai banyak kegunaan, dan fungsi.

Selasa, 03 Oktober 2017

Kawat Seling



Dalam industri alat berat tentunya tidak mungkin bisa seorang manusia bahkan sekumpulan manusia mengangkat alat-alat berat yang berukuran besar dan memiliki berat berton-ton. Untuk itu dibuatlah alat bantu angkat untuk membantu mempermudah pekerjaan khususnya untuk mengangkat beban berat adalah Kawat Seling. Kawat Seling adalah alat bantu angkat khususnya barang yang besar dan berat diberbagai industri. Karakteristik dari sling ini adalah salah satu dan atau kedua ujungnya diterminasi atau dibuat mata sebagai sarana untuk mengaitkan aksesoris untuk membantu aplikasi pengangkatan seperti Hook, Masterlink, dll. Ternyata kawat seling itu ada berbagai macam jenis, tergantung fungsi, kondisi lapangan dan aplikasinya.

Jenis kawat seling yang digunakan diberbagai industri khususnya industri berat macam-macamnya adalah : Wire Rope Sling, Chain Sling, Webbing Sling, Round Sling, Lifting Clamp, dan Lifting Lugs. Jenis- jenis kawat sling tersebut digunakan sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan customer pada saat aplikasinya nanti dan fungsinya sendiri. Namun yang paling banyak digunakan adalah 3 jenis kawat sling. Yaitu; wire rope sling, chain sling, dan webing sling. Mari kita bahas satu persatu jenis kawat seling tersebut:

WIRE ROPE SLING

Wire Rope Sling adalah wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya sudah diterminasi. Wire rope sling banyak digunakan di lapangan untuk aplikasi mengangkat (lifting) barang, menarik (towing), menambat kapal (mooring), mengikat (lashing), dan masih banyak lagi. Pembuatan wire rope sling sifatnya customized, yang berarti wire rope sling ini dapat difabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan user di lapangan. Karena sifatnya yang dibuat sesuai dengan pesanan user, maka diperlukan data-data untuk membuat wire rope sling tersebut. Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling adalah sebagai berikut :

  • Spesifikasi WireRope itu sendiri ( Konstruksi, Core, Asal, Ukuran, Putaran, Finishing )

  •  Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.

  • Berapa Jumlah terminasi yang akan dibuat pada wire rope sling nantinya, hanya di satu ujungnya atau dikedua ujungnya.

  • Untuk terminasi mata : ( Berapa diameter besar matanya, Menggunakan thimble atau tidak, Menggunakan aksesoris tambahan atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring ).

  • Berapa panjang jadi yang diminta user.

  • Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.

  • Berapa set sling yang dibutuhkan.
Berikut ini adalah macam-macam jenis terminasi dari Wire Rope Sling :




CHAIN SLING 
Chain sling dalam bahasa indonesia disebut juga rantai sling. Dalam arti rantai adalah serangkaian link yang terhubung biasanya terbuat dari logam. Sebuah rantai bisa terdiri dari 2 atau bahkan lebih dari 2 link yang berangkaian.
Kegunaan dari rantai yaitu :

  • Rantai dirancang untuk mengangkat, menarik, mengikat (Choker) dan mengamankan sesuatu.

  • Rantai dirancang untuk membantu menggerakkan mesin (biasa digunakan pada roller mesin).


WEBBING SLING
Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling. Webbing sling atau yang sering disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire rope sling atau chain sling dalam aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat (Choker). Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling mempunyai kelebihan, karena dapat menggantikan wire rope sling dan chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing sling adalah :

  • Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.

  • Lebih flexible.

  • Tidak berkarat.

  • Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.

  • Mudah dilakukan inspeksi.


Untuk gambar working load dari webbing sling dan spesifikasinya adalah sebagai berikut :